Seperti dilansir Inquirer, Selasa 14 Desember 2010, dalam pidato istimewanya, Senator Miguel Zubiri meminta pemerintah memperhatikan pengembangan program olahraga, terutama sepakbola.
Zubiri menyesalkan hilangnya kesempatan menjadi tuan rumah di saat tim nasional kesebelasan Filipina mencapai prestasi tertinggi dalam ajang bergengsi untuk pertamakalinya. Zubir menilai, dengan pencapaian ini justru membuka tabir 'memalukan' dunia olahraga Filipina.
Senator Pia Cayetano juga mendukung Zubiri untuk melakukan panggilan kepada Federasi Sepakbola Filipina. Pemanggilan ini untuk menyelidiki apa yang sebenarnya sedang terjadi di dunia sepakbola Filipina.
Apalagi, menurut Cayetano, tidak adanya stadion yang layak dan memenuhi standar internasional di negara itu yang mengakibatkan hilangnya kesempatan menjamu Indonesia.
Alhasil, Filipina akan menjadi 'tuan rumah' juga di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Indonesia pada 16 Desember mendatang. Rencananya, tim nasional Filipina akan tiba di Indonesia malam ini.
"Kami tidak akan menjadi tuan rumah selama kurang gairah. Dan ada kemungkinan dugaan korupsi di dalam tubuh Federasi Sepakbola Filipina. Ada pula kemungkinan kebijakan dan politik yang salah dalam program olahraga," kata Zubiri.
Senat juga menyayangkan tidak adanya hasil yang baik yang dilakukan Federasi. Padahal, organisasi ini mendapat pasokan dana rutin setiap tahun dari Komisi Olahraga Filipina dan Organisasi Sepakbola Dunia, FIFA.
Federasi yang kini dipimpin Mariano Araneta itu terakhir menggelar kongres pada 27 November lalu. Ketua Federasi sebelumnya, Jose Mari Martinez digulingkan karena adanya dugaan penyelewengan dana olahrarga.
Komisaris Federasi meminta Martinez dipecat karena ada dugaan penyimpangan dana dan pemalsuan dokumen. Martinez juga dinilai gagal mengumpulkan dana 2,8 juta peso bagi organisasi. Martinez yang mendapat pengakuan FIFA itu menolak hasil pemilihan suara yang menyingkirkan dirinya. (sj)
• VIVAnews


0 komentar:
Posting Komentar